Kehadiran SMK TI Bulukumba dalam forum strategis tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus mengikuti arah kebijakan pendidikan vokasi sekaligus memperkuat keterhubungan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
Rakor TKDV mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akademisi, dunia usaha dan dunia industri, kepala SMK, lembaga pelatihan kerja, hingga mitra pembangunan Swisscontact.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Reza Faisal Saleh, S.STP., M.Si. atau yang mewakili Beliau. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menempatkan penguatan vokasi sebagai bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan. Data yang dipaparkan dalam kegiatan menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Selatan pada November 2025 tercatat 4,45 persen. Sementara sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi menjadi tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
Kemenko PMK Dorong Penguatan Koordinasi Vokasi di Daerah
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ivan Syamsurizal, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), turut memberikan sambutan secara daring.
Kehadiran Kemenko PMK memperkuat keterhubungan kebijakan pendidikan vokasi Sulawesi Selatan dengan agenda revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di tingkat nasional.
Dalam kerangka kebijakan tersebut, TKDV memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mengoordinasikan, menyinkronkan, dan mengevaluasi penyelenggaraan vokasi di daerah.
TKDV diarahkan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi antara perangkat daerah dan dunia usaha/industri, menyelaraskan program vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja lokal, memperkuat kemitraan pemerintah–industri–lembaga vokasi, serta mengintegrasikan pengembangan vokasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Penguatan koordinasi tersebut menjadi penting karena pendidikan vokasi diposisikan sebagai jembatan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Tantangan seperti kesenjangan keterampilan lulusan, keterbatasan informasi pasar kerja, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya keterlibatan dunia usaha dan industri menjadi persoalan yang perlu dijawab secara bersama.
Swisscontact: Masa Depan Vokasi Harus Dibangun Bersama
Dukungan terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga disampaikan Mr. Daniel Weibel dari Swisscontact, yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Daniel mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan dan kepemimpinannya dalam mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi.
Menurutnya, hadirnya Peraturan Gubernur dan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi merupakan langkah penting bagi Sulawesi Selatan karena memberikan landasan hukum sekaligus arah bersama untuk membangun kerja sama yang lebih baik antara pemerintah, penyelenggara pendidikan dan pelatihan, industri, asosiasi, serta mitra pembangunan.
Daniel kemudian menyampaikan sebuah ungkapan yang menurutnya juga relevan dengan pembangunan pendidikan vokasi:
“The best way to foresee the future is to create the future.”
Pesan tersebut menekankan bahwa masa depan pendidikan vokasi tidak cukup hanya diprediksi, tetapi perlu dibangun melalui pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menurut Daniel, pendidikan dan pelatihan vokasi harus semakin selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Pelatihan juga harus praktis, inklusif, dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di dunia industri.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat agar kebijakan tidak berhenti pada dokumen dan regulasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi peserta didik, pencari kerja, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta dunia usaha.
Melalui program-programnya, Swisscontact menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Sulawesi Selatan, termasuk kontribusi terhadap penguatan regulasi dan strategi daerah.
Dukungan tersebut juga mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam dokumen kegiatan, Swisscontact bersama seluruh pemangku kepentingan disebut memiliki peran penting dalam penyusunan dan implementasi STRADA Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Sulawesi Selatan.
Pergub Nomor 4 Tahun 2026 Jadi Peta Jalan Vokasi Sulsel
Salah satu agenda utama Rakor TKDV adalah sosialisasi Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perencanaan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Tahun 2025–2029.
Regulasi tersebut lahir untuk memperluas akses terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing serta produktivitas sumber daya manusia Sulawesi Selatan.
Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi atau STRADA PVPV selanjutnya menjadi pedoman perencanaan jangka menengah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi secara terintegrasi dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Pergub tersebut secara khusus memberikan perhatian terhadap peran SMK melalui program Link and Match, penyelarasan program keahlian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana pendidikan.
Implementasinya mencakup penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sertifikasi kompetensi peserta didik dan lulusan, tracer study, penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK), kemitraan dengan industri, perguruan tinggi dan asosiasi profesi, hingga pelaksanaan magang, praktik kerja industri dan kewirausahaan peserta didik.
Transformasi Digital Jadi Tantangan Pendidikan Vokasi
Bagi SMK yang bergerak di bidang teknologi informasi, arah kebijakan tersebut menjadi semakin relevan di tengah cepatnya transformasi dunia kerja.
Dokumen STRADA PVPV Sulawesi Selatan mencatat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ekonomi digital telah mendorong terciptanya berbagai alternatif lapangan kerja baru. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan digital yang lebih tinggi.
Karena itu, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi memastikan kompetensi yang diajarkan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Momentum SMK TI Bulukumba Memperkuat Link and Match
Bagi SMK TI Bulukumba, keikutsertaan dalam Rakor TKDV Sulawesi Selatan menjadi kesempatan penting untuk melihat secara langsung arah pembangunan pendidikan vokasi Sulawesi Selatan hingga 2029 sekaligus menjadi bahan dalam menyelaraskan program pengembangan sekolah dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Sebagai sekolah kejuruan yang bergerak di bidang teknologi informasi, isu transformasi digital, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, penguatan kualitas Praktik Kerja Lapangan (PKL), tracer study, Bursa Kerja Khusus, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi bagian yang sangat relevan bagi pengembangan SMK TI Bulukumba.
Forum TKDV sekaligus membuka ruang bagi sekolah untuk memperluas jejaring dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, asosiasi profesi, serta mitra pembangunan.
Ke depan, SMK TI Bulukumba berkomitmen untuk terus memperkuat pembelajaran berbasis kompetensi dan membangun kolaborasi yang lebih luas sehingga peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki pengalaman dunia kerja, memperoleh pengakuan kompetensi, serta memiliki kesiapan untuk bekerja maupun berwirausaha.
Kehadiran dalam Rakor TKDV Sulawesi Selatan menjadi bagian dari langkah SMK TI Bulukumba untuk memastikan pendidikan yang diselenggarakan tetap relevan dengan kebutuhan industri hari ini sekaligus mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja masa depan.
