BULUKUMBA – Keselamatan dan keamanan peserta didik saat menjajal dunia industri menjadi prioritas utama bagi Yayasan Pendidikan Umboh. Menyadari tingginya risiko di lapangan kerja, pihak yayasan mengambil langkah proaktif dengan mendaftarkan siswa kelas XII SMK TI Bulukumba ke dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan.
Hari ini, Ketua Yayasan Pendidikan Umboh, Fatmawati, S.Pd., M.Pd., secara resmi telah menerima kartu keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dari pihak instansi terkait. Perlindungan ini dipersiapkan secara khusus sebagai "jaring pengaman" bagi para siswa yang akan segera melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Rencananya, penyerahan kartu jaminan sosial ini akan dilakukan secara langsung kepada para siswa pada Senin (3/8) mendatang. Momen penyerahan tersebut akan dirangkaikan dengan acara resmi pelepasan siswa PKL dan akan didampingi langsung oleh para orang tua atau wali siswa masing-masing.
Langkah ini menyoroti betapa pentingnya jaminan perlindungan bagi siswa SMK yang mulai terjun ke dunia kerja sesungguhnya. Berbeda dengan lingkungan sekolah yang terkontrol, lingkungan industri memiliki dinamika operasional dan potensi risiko kecelakaan kerja yang nyata. Membekali siswa dengan BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa negara hadir memberikan perlindungan jika terjadi risiko saat mereka sedang menimba pengalaman di tempat kerja.
Sebagai bentuk dukungan penuh, Yayasan Pendidikan Umboh juga mengambil alih seluruh beban iuran BPJS tersebut sehingga siswa dapat fokus belajar tanpa memikirkan biaya. Namun, Fatmawati menekankan bahwa esensi dari inisiatif ini bukanlah tentang nominal biaya, melainkan tentang pentingnya mitigasi risiko dan ketenangan batin bagi semua pihak.
"Harapannya tentu saja tidak ada kejadian yang tidak diinginkan selama anak-anak melaksanakan praktik. Tapi jika pun hal itu terjadi, setidaknya sudah ada jaminan sosial yang melindungi anak-anak kita," tegas Fatmawati.
Melalui kepesertaan dalam program JKK dan JKM ini, pihak sekolah dan yayasan berharap para siswa, sekaligus orang tua di rumah, dapat merasa lebih tenang. Dengan demikian, siswa SMK TI Bulukumba bisa menjalankan masa PKL dengan lebih fokus, percaya diri, dan maksimal dalam menyerap kompetensi dari dunia industri.
